30 Januari 2014

Mengenal Kode Daur Ulang (Recycle) Plastik

            Musim penghujan seperti sekarang ini sering terjadi banjir yang dikarenakan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Sebenarnya ada beberapa jenis sampah yang dapat di daur ulang. Recycle atau daur ulang dapat menjadi pilihan untuk mengurangi sampah-sampah yang ada, selain itu barang yang sudah jadi yang merupakan hasil dari daur ulang tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Saya akan menjelaskan sedikit tentang pendaur ulangan sampah plastik.
            Setiap jenis plastik memerlukan proses yang berbeda untuk dapat didaur ulang (di-recycle) menjadi bahan baku plastik kembali. Selanjutnya plastik yang telah didaur ulang dapat digunakan untuk memproduksi aneka produk berbahan plastik.
            Ada plastik yang mudah untuk didaur ulang, ada pula yang sulit didaur ulang. Kode simbol recycle (panah segitiga) yang dilengkapi dengan angka (yang terdapat dalam produk plastik) menunjukkan tingkat kemudahan bahan plastik tersebut untuk didaur ulang.
            Nomor kode daur ulang yang kita tahu selama ini adalah hasil rancangan The Society of the Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 dengan tujuan untuk mempermudah konsumen serta industri daur ulang untuk membedakan jenis-jenis plastik agar pekerjaannya menjadi lebih efektif.
            Kode nomor recycle tersebut mulai dari angka 1 sampai dengan 7, yaitu:
o   Nomor 1 menunjukkan plastik yang paling mudah dan umum untuk didaur ulang, yaitu plastik yang terbuat dari polyethylene terephthalate (PETE). Contohnya adalah botol bekas kemasan air mineral, minuman bersoda, kemasan obat-obatan dan bekas kemasan produk konsumen lainnya. PETE yang telah didaur ulang kemudian dibuat menjadi jas hujan, sleeping bag, jaket, karung plastik, tali, bemper mobil, sisir, pita kaset, furnitur dan tentu menjadi botol kemasan lagi.
o   Nomor 2 adalah high density polyethylene (HDPE) yang biasa digunakan sebagai botol deterjen, susu, sampo, dan minyak pelumas motor. Plastik dengan label recycle ini biasanya didaur ulang menjadi mainan, pipa dan tali.
o   Nomor 3 adalah polyvinyl chloride (PVC). Plastik dengan label recycle ini banyak digunakan untuk pembuatan pipa PVC, gorden shower kamar mandi, selang untuk kebutuhan medis dan dashboard vinyl.
o   Nomor 4 adalah low density polyethylene (LDPE) yang biasa digunakan untuk pembuatan kantong plastik.
o   Nomor 5 adalah polypropylene (PP) yang digunakan pada Tupperware, dll.
o   Nomor 6 adalah untuk plastik berbahan polystyrene (Styrofoam) yang biasa digunakan sebagai wadah makanan atau minuman sekali pakai, tempat daging di supermarket dan bahan insulasi. Styrofoam dapat didaur ulang dengan mudah dan dapat dijadikan berbagai aneka barang, seperti pita kaset dan bahan insulasi busa.
o   Nomor 7 adalah plastik yang paling sulit untuk didaur ulang. Plastik semacam ini dibuat dari kombinasi bahan-bahan plastik dari kelompok berlabel 1-6 atau bahan plastik yang diformulasikan secara khusus.

            Untuk mempermudah proses daur plastik serta mengurangi waktu yang diperlukan, maka pemilahan limbah plastik berdasarkan nomor label dan pemisahan dari limbah jenis lain sejak awal, mutlak diperlukan adanya.




Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review 12 - Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : Dwi Ayu Larasati (22213664) Dwi Puspita Agustin (22213693) Nurul Maghfiroh Jufrin (26213733) Puti Melati ...